Selasa, 16 Oktober 2012

Tugas Pengantar Studi Islam


REVIEW ARTIKEL SIR WILLIAM MUIR “SEJARAH PEMBENTUKAN MUSHAF”
Sejarah pembentukan mushaf al-quraan yang dikemukaan oleh orientalis kristen Sir William Muir dalam the life of Muhamad, Muir
Muir adalah seorang penganut Kristen yang teguh dan yang juga berdakwah untuk itu.. Menjelaskan bahwa “wahyu ilahi itu adalah merupakan rukun islam, dimana jika membacanya merupakan sembahyang yang bersifat umum atau khusus. Kerena inilah sunah pertama yang harus dilakukan oleh umatnya”.
“Banyak di kalangan musliminyang hafal al-Qur’an,  Tradisi arab yang sudah melekat pada umat Nabi Muhamad, mempermudah dalam menghafal. kebiasaan-kebiasaan mereka dalam bersyair dan mencatat pada lembaran-lembaran hati  sehingga dengan kecintaan yang begitu besar mereka dapat dengan mudah menghafal al-quraan bersama Muhammad”. Pada umumnya para penghafal al-quraan atau penulis ini ditunjuk oleh Nabi Muhammad sehingga lembaran(suhuf) dari yang disampaikan Nabi Muhammad itu tertulis semua.
Ketika Nabi Muhammad wafat semula, jika ada permasalahan diselesaikan atas bantuan Nabi Muhammad kini para sahabat dalam memutuskan suatu masalah  dengan  teks/lembran-lembaran yang sudah dicatat sebelumnya. dalam keadaan pengkodisian/pengumpulam al-quraan banyak masalah yang dialami oleh zaid bin sabit dari perbedaan cara membaca yang timbul dari perbedaan naskah zaid,tetapi hal ini khalifah yaitu Usman dapat menetralkan situasi pada saat  itu. Sehingga Muir menjelaskan” demikianlah islam yang mengenal satu kitab itu,ialah bukti yang nyata sekali,bahwa apa yang ada di depan kita pada saat ini tidak lain adalah teks yang telah dihimpun atas perintah usman pada saat itu”. Sebelumnya masalah yang dihadapi usman dalam mengumpulkan lembaran/suhuf dari zaid ia di tuduh oleh golongan syiah, karena ia merubah kumpulan suhuf itu(al-quraan) dan mengabaikan beberapa ayat yang mengagungkan Ali. Tetapi ini dapat dipatahkan oleh ia tidak mungkin ingin merubah kesucian al-quraan tersebut. Secara   positif   muir  memastikan  tentang persisnya Qur’an yang kita baca sekarang,  serta  menegaskan bahwa  semua  yang  dibaca  oleh  Muhammad adalah wahyu yang benar  dan  sempurna  diterima  dari  Tuhan.
jadi kesimpulan dari pendapat  Muir
bahwa Mushhaf Zaid dan Usman itu bukan hanya hasil ketelitian saja, bahkan - seperti beberapa kejadian menunjukkan - adalah juga lengkap, dan bahwa penghimpunnya tidak bermaksud mengabaikan apapun dari wahyu . Dan berdasarkan bukti-bukti bahwa setiap ayat al-quraan memang teliti sekali dan cocok dengan apa yang di baca Nabi Muhammad sebelumnya.
PendapatSaya :
Dari review artikel sir william Muir saya dapat menyimpulkan bahwa pandangannya terhadap kitab suci al-quraan itu memang benar adanya.tidak ada yang perlu diragukan dari al-qur’an. Karna sudah dijelaskan sejak awal diturunkannya wahyu kepada nabi Muhammad saw, beliau sampaikan dan ajarkan pada sahabat-sahabatnya, hingga sampai saat ini keaslian al-qur’an selalu terjaga.
Kita telah mengetahui Al-Qur’an itu diturunkan secara berangsur-angsur. Rasulullah menerima Al-Qur’an melalui malaikat Jibril kemudian beliau ,mem­bacakan serta. mendiktekannya kepada para sahabat yang mendengarkannya.
Pada periode pertama sejarah pembukuan Al-Qur’an dapat dikatakan bahwa setiap ayat yang diturunkan kepada Rasulullah selain beliau hafal sendiri juga dihafal dan dicatat oleh para sahabat. Dengan cara tersebut Al-Qur’an terpelihara di dalam dada dan ingatan Rasulullah SAW beserta para sahabatnya. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Qiyamah 17 :
Artinya :
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai,) membacanya.
Ayat di atas memeberikan petunjuk kepada kita bahwa al-qur’an itu dijamin kemurniannya dan terpelihara serta terkumpul dengan baik sejak saat turunnya sampai sekarang ini. Pengumpulan ayat Al-Qur’an ini dibantu oleh para sahabat, setiap ayat turun langsung dicatat pada pelepah kurma, kulit binatang, bahkan pada tulang-belulang hewan. Kelompok pencatat Al-Qur’an ini cukup banyak, sebagaimana diriwayatkan sebuah hadis yang berbunyi :
Artinya :
Ambillah (pelajarilah) Al-Qur’an itu dari tempat orang (sahabatku): Abdullah ibnu Mas’ud, Salim, Muadz ibnu Jabal dan Ubay bin Kaab. (H.R Bukhari).
Tugas mencatat wahyu itu telah selesai semuanya menjelang wafatnya Rasulullah SAW. Semua naskah yang berserakan itu telah terkumpul dan terpelihara dengan baik, akan tetapi belum disusun dalam satu mushaf. mushaf al Imam atau lebih dikenal dengan mushhaf Utsmany, karena disalin pada masa khalifah Usman bin Affan. Dan mushaf Ustmany inilah yang sampai di tangan kita pada hari ini.
 Allah berfirman :Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (Al-Hijr : 9) ayat Allah dalam surat Al-Hijr:9 tersebut di atas, menunjukkan bahwa proses tersebut adalah manifestasi dari janji Allah dalam memelihara Al-Qur’an dan tentunya orang-orang yang terlibat dalam proses ini di awal-awal Islam adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah sebagai alat pemelihara kitab yang diturunkan-Nya melalui Rasul-Nya yang kemudian tugas yang mereka emban adalah menyampaikannya ke seluruh pelosok dunia dan generasi berikutnya
Kemurnian al-qur’an pun akan dijamin oleh allah sampai hari kiamat nanti. Sehingga semoga pendapat dari seorang Orientalis ini dapat membuat kita semakin yakin akan kebenaran al-qur’an. Yang pasti kita sebagai umat islam perlu mengimani bahwa al-quraan yang di sampaikan Nabi Muhammad SAW itu memang benar-benar wahyu Allah SWT.
ENDAH SRI RAHAYU / 12210039 / KPI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar